Dua Bunga yang Tak Bersama (cerita fiksi)
Dua Bunga yang tak Bersama
Mereka berdua adalah sahabat sejak kecil, dan mereka berdua adalah salah satu orang yang dipilih menjadi penerus keturunan dari keluarga mereka yang sebelumnya sebagai penyihir suci, yaitu orang yang memiliki sihir suci dari lahir atas keturunan keluarga mereka yang sebelumnya. Penerus ini biasanya dipanggil 'Penyihir Suci', sihir mereka sangat suci dan digunakan untuk melindungi dunia dan menghapus jin jahat yang selalu menggoda manusia untuk bergabung ke jalan yang buruk dan memusnahkan semua manusia serta penyihir suci. Mereka berdua memiliki kekuatan lain yang langka dan memudahkan untuk melawan jin tapi tetap bisa terkena penyihir suci / manusia lain.
Yuzuru dan Yamamoto bersekolah bersama, mereka bersekolah di sekolah khusus penyihir suci dimana disana diajarkan segala macam teknik baru, dan cara untuk memperkuat sihir demi melindungi dunia. Sekarang, mereka bersekolah di SMA Sasanki di Kyoto. Mereka sudah mencapai tingkat penyihir suci dengan sihir terbaik ke-3, dan karna sekarang mereka sudah SMA mereka sudah lebih dewasa, sikap Yuzuru menjadi lebih berhati-hati dan tenang, sedang kan Yamamoto tetap ceria dan selalu mencari keindahan. Tapi Yuzuru selalu memperingatinya, "Yamamoto, jangan terlalu obsesi pada keindahan yang bisa saja palsu."
Suatu hari, Yuzuru dan Yamamoto sedang bertemuan di rumah Yamamoto, mereka mengobrol dan rencananya akan berlatih sihir bersama, tapi mereka mendengar suara ketukan pintu yang sangat kencang dan panik, kemudian ada suara seseorang dengan suara lirih dan nafas tergesa-gesa berkata, "tolong!.. cepat!. bukakan pintu ini! Selamat kan aku..!", mereka berdua terkejut, suara orang itu agak aneh.
Yuzuru ragu dan memperingatkan Yamamoto yang hendak meraih gagang pintu, "Yamamoto, seperti nya dia bukan.. manusia biasa? Kita tidak boleh terkecoh." Tapi kemudian Yamamoto mengelak. "Yuzuru! Kamu tega sekali! Kasihan dia, sepertinya dia adalah manusia yang dikejar oleh jin?! Kita harus menyelamatkannya!" Tapi Yuzuru menggeleng, "aku tidak akan setuju." Dan Yamamoto membentaknya "kalau kau berhati jahat maka aku tidak perlu meminta persetujuanmu!" .
Lalu Yamamoto membuka pintu dengan cepat, dan tiba tiba dengan secepat kilat orang itu langsung masuk. Ternyata dia sedang dikejar oleh seseorang, Yamamoto langsung cepat-cepat menutup pintu dan bertanya ke orang itu, "hei? Kamu tidak apa-apa?,kita penyihir suci. Tenang saja." Tapi orang itu ternyata berpenampilan aneh, dia memakai Hoodie hitam, sarung tangan hitam, dan masker wajah hitam, yang terlihat hanya matanya, dan begitu dia menaikkan kepalanya ke atas, terlihat mata merah jin bersinar terang. "Terimakasih banyak, penyihir suci. Kau sangat baik, kau benar benar wujud dari keindahan."
Yuzuru terkejut dan panik, dia langsung menahan Yamamoto dan menyuruhnya mengeluarkan jin itu dari situ, tapi Yamamoto terus mengelak bahwa itu bukan jin dan pintu juga terus berisik dengan suara ketukan pelan seolah mengecek apakah memang jin itu ada disitu. Yuzuru bertambah panik karna mereka sekarang benar benar menyembunyikan sebuah jin yang harusnya mereka bunuh, Yuzuru langsung menyiapkan jari jarinya untuk membentuk simbol sihir dan membunuh jin itu, tapi Yamamoto malah menahan tangannya "nanti dulu! Mungkin dia manusia asli!."
Tapi setelah orang diluar rumah itu berhenti mengecek dan pergi, orang didepan mereka langsung membuka tudung Hoodie nya dan masker wajahnya, benar. Itu wajah jin, Yamamoto membeku, sementara Yuzuru terus berusaha membentuk jarinya menjadi simbol sihir tapi tangannya masih ditahan oleh Yamamoto. Tiba tiba saat itu jin itu pun berkata "ya, terimakasih sudah menyelamatkanku, penyihir suci yang indah dan sempurna. Sebagai hadiahnya, maukah kau bergabung denganku?"
Awalnya Yamamoto menolak, dia baru saja ingin menggeleng kan kepalanya tapi kemudian jin itu berkata lagi, "aku tau jawaban mu pasti tidak, tapi tahukah kamu? Menjadi penyihir suci hanya menjadikan mu sebagai alat untuk melindungi dunia. Tidakkah itu beban bagimu?" Kemudian Yamamoto terdiam. "Tenang, kalau kau pegang tanganku dan bergabung denganku, kau akan bebas, tidak perlu jadi alat pelindung lagi."
Yamamoto langsung menatap nya dengan heran, tapi kemudian matanya langsung berbinar begitu jin itu mengatakan "hidup tanpa sebagai alat untuk melindungi dunia jauh lebih bebas dan INDAH." Yamamoto tiba tiba mengangguk dengan antusias, Yuzuru langsung bingung, "Yamamoto?! Apa maksudmu?!!" Yamamoto hanya berkata dengan antusias sambil menggenggam tangan Yuzuru,"kita tidak perlu repot mengasah sihir kita agar lebih kuat dan kita tidak perlu terus melindungi orang lain! Ayo!! Aku mau melihat keindahan dalam kebebasan tanpa menjadi alat!".
Yuzuru langsung melepaskan genggaman tangan Yamamoto dan mundur menjauh, "tidak! Jangan sampai kau terpengaruh oleh jin itu! Dia bohong!!" Yamamoto kemudian menatapnya dengan tatapan tajam yang tidak pernah dia berikan sebelum nya ke Yuzuru, "kalau semua orang bebas dari beban.. bukankah itu lebih baik?." kemudian jin itu mengulurkan tangannya dan Yamamoto langsung menggenggamnya, kemudian mereka berdua menghilang perlahan bagaikan debu pasir dan Yamamoto sempat berkata, "teruskan saja melindungi dunia payah ini, Yuzuru, kau tidak tau bahwa penyihir suci hanya dijadikan alat. Aku bukan sahabatmu lagi." Yuzuru langsung panik. "YAMAMOTO!! JANGAN!-" tapi Yamamoto sudah dibawa oleh jin itu.
Yuzuru selalu menunggu kemunculan Yamamoto, bahkan pernah mencoba menyelamatkannya tapi Yamamoto hanya berkata "untuk apa kau mau membawa ku ke dunia penyihir suci yang palsu itu? Ketahuilah, aku tidak pernah merasa bebas berteman denganmu. Hal itu selalu membuatku kesal, dasar musuh." Yuzuru sakit hati. "Musuh?.. dan.. aku membuatmu kesal?, kau benar benar tidak menganggap ku selayaknya sahabat selama ini.." dia akhirnya tidak lagi mencarinya, sampai bertahun-tahun kemudian mereka sudah berumur 21 tahun, Yuzuru merasa sedih karna mereka sudah bermusuhan secara terpaksa karna Yamamoto memilih jalan yang salah di pihak jin dan melanggar tugas-tugasnya. Yuzuru memutuskan untuk tetap fokus melindungi dunia dan tidak ingin memikirkan orang yang kini sudah menjadi musuhnya.
Disisi lain, Yamamoto masih penyihir suci, namun dia sudah setengah terpengaruh oleh pihak jin dan auranya berubah. Serta sihir dan kekuatan langkanya yang biasanya untuk melindungi manusia berubah menjadi digunakan untuk membantu jin menembus pertahanan, melawan penyihir suci lain, dan melindungi nya di saat terpepet lawan, secara tidak langsung Yamamoto sama saja menjadi alat untuk jin. Yamamoto tau apa yang dia lakukan salah, tapi dia sudah nyaman dan tetap melakukan nya. Dia merasa bebas seperti ini lebih indah, karna dia selalu mencari keindahan. Dan karna pengkhianatan Yamamoto kepada kaum penyihir suci, dunia menjadi tidak seimbang karna jin menjadi lebih kuat atas bantuan Yamamoto dengan kekuatannya yang memang lebih kuat dari mereka.
Kemudian, pada suatu saat, sihir Yamamoto masih kuat tapi dia sudah lemah karna sihirnya bisa bertambah kuat tapi dirinya sudah tidak pernah belajar teknik baru / mempelajari cara untuk menyesuaikan sihirnya dengan tubuhnya. Yamamoto mulai lebih cepat kehabisan energi, hingga akhirnya Yamamoto tidak dibutuhkan lagi dan dimusnahkan oleh para jin.
Pada suatu malam, di hutan yang gelap, tempat Yuzuru biasanya berburu jin yang suka berkeliaran disana, tiba tiba ia menemukan bayangan seseorang terduduk lemas di bawah pohon. Saat ia mendekat berapa terkejutnya ia, itu Yamamoto.. duduk disitu, terkapar, dada kirinya terlihat ada bekas tusukan dari cakar jin, waktu hidup yang tersisa untuk Yamamoto hanya 15 detik , karna jika jantung penyihir suci terkena cedera parah maka sihir didalam tubuh mereka akan langsung mengalir keluar tubuh mereka dan menjadi aroma wangi tak terlihat.
Yamamoto tersenyum lembut dan tulus lalu berkata, "maafkan aku, Yuzuru.. Seandainya masih ada waktu, aku ingin kau menghukumku..", Yuzuru menjawab, "tidak perlu. Yamamoto, terimakasih banyak. ketahuilah, kau sahabat terbaikku yang pernah ada.", Yamamoto menjawab. "Aku juga." Yuzuru menjawab, "aku selalu memaafkanmu, pergilah dengan tenang.." Dan di detik terakhir sebelum jantung Yamamoto berhenti sepenuhnya, ia berkata pelan. "Jadilah sahabat ku lagi. Untuk selamanya." Selesai.
Penutup cerita:
"Cerita ini mengajarkan bahwa dalam hidup, kita harus berhati-hati dalam memilih jalan. Keinginan untuk bebas dan bahagia tidak boleh membuat kita mengabaikan kebenaran. Selain itu, kita juga harus menghargai orang yang peduli pada kita, sebelum semuanya terlambat."
Komentar
Posting Komentar